Selasa, 15 Januari 2013

KALIMAT EFEKTIF

Tugas : Makalah

KALIMAT EFEKTIF




OLEH :
KELOMPOK V
HAERUL AMIN
KHADIJAH NUR
MURNI


JURUSAN TARBIYAH
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BAHASA ARAB
SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI
SULTAN QOIMUDDIN
KENDARI
2012
DAFTAR ISI


KATA PENGANTAR…………………………………………………………….. i
DAFTAR ISI………………………………………………………………………. ii
BAB I PENDAHULUAN………………………………………………………… 1
1.1    Latar Belakang………………………………………………………..   1
1.2    Identifikasi Masalah…………………………………………………..   1
1.3    Batasan Masalah………………………………………………………  1
1.4    Metode Pembahasan………………………………………………….   1
BAB II PEMBAHASAN…………………………………………………………  2
            2.1  Pengertian Kalimat Efektif…………………………………………..    2
            2.2  Syarat-syarat Kalimat Efektif………………………………………..    2
            2.3  Ciri-ciri Kalimat Efektif……………………………………………..     3
                        2.3.1  Keutuhan……………………………………………………  3
                        2.3.2  Kesejajaran………………………………………………….   3
                        2.3.3  Kefokusan…………………………………………………..   4
                        2.3.4  Kehematan………………………………………………….   4
                        2.3.5  Kecermatan dan Kesantunan………………………………..  5
                        2.3.6  Kevariasian………………………………………………….  5
                        2.3.7  Ketepatan Diksi……………………………………………..  6
                        2.3.8  Ketepatan Ejaan…………………………………………….   6
BAB III PENUTUP………………………………………………………………   7
DAFTAR PUSTAKA…………………………………………………………….   8









          BAB I

Setiap gagasan pikiran atau konsep yang dimilki seseorang pada prakteknya harus dituangkan ke dalam bentuk kalimat, kalimat tersebut harus disusun berdasarkan kaidah-kaidah yang berlaku, sesuai dengan aturan-aturan Ejaan Yang Disempurnakan (EYD). Kata-kata yang digunakan dalam membentuk kalimat haruslah dipilih dengan tepat, sehingga kalimat menjadi jelas maknanya.
Kalimat yang benar dan jelas akan mudah dipahamai orang lain secara tepat. Kalimat yang demikian disebut kalimat efektif. Sebuah kalimat efektif haruslah memiliki kemampuan untuk memunculkan kembali gagasan-gagasan pada pikiran pembaca seperti yang terdapat pada pikiran penulis. Hal ini berarti bahwa kalimat efektif haruslah disusun secara sadar untuk mencapai daya informasi yang diinginkan penulis terhadap pembaca. Bila hal ini tercapai diharapkan pembaca akan tertarik terhadap yang dibicarakan dan tergerak hatinya dengan yang disampaikan oleh penulis.
Dalam makalah ini, penulis mengidentifikasikan masalah menjadi :
·         Pengertian Kalimat Efektif
·          Syarat-Syarat Kalimat Efektif
·         Ciri-Ciri Kalimat Efektif
Agar masalah pembahasan tidak terlalu luas dan lebih terfokus pada masalah dan tujuan dalam hal ini pembuatan makalah ini, maka dengan ini penyusun membatasi masalah hanya pada ruang lingkup Kalimat Efektif.
Dalam penulisan makalah ini, penulis menggunakan :
·         Penelitian kepustakaan, yaitu Penelitian yang dilakukan melalui kepustakaan, mengumpulkan data-data dan keterangan melalui buku-buku dan bahan lainnya yang ada hubungannya dengan masalah-masalah yang diteliti.

BAB II
PEMBAHASAN
2.1    Pergertian Kalimat Eferktif
Kalimat adalah bagian terkecil ujaran atau teks (wacana) yang mengungkapkan pikiran yang utuh secara ketatabahasaan. Dalam wujud lisan kalimat diiringi oleh alunan titinada, disela oleh jeda, diakhiri oleh intonasi selesai. Sedangkan dalam wujud tulisan , kalimat dimulai dengan huruf kapital dan di akhiri dengan tanda titik, tanda tanya, atau tanda seru.
Kalimat efektif ialah kalimat yang memiliki kemampuan untuk menimbulkan kembali gagasan-gagasan pada pikiran pendengar atau pembaca seperti apa yang ada dalam pikiran pembicara atau penulis1. Kalimat sangat mengutamakan keefektifan informasi itu sehingga kejelasan kalimat itu dapat terjamin. Kalimat di katakan efektif jika memenuhi kriteria sebagai berikut:
·         Secara tepat dapat mewakili gagasan atau perasaan pembicara atau penulis.
·         Sanggup menimbulkan gagasan yang sama tepatnya dalam pikiran pendengar atau pembaca seperti yang dipikirkan oleh pembicara atau penulis.
Bila kriteria ini dipenuhi maka tidak mungkin akan terjadi salah paham antara mereka yang terlibat dalam komunikasi.
Kalimat efektif sangat mengutamakan keefektifan informasi itu sehingga kejelasan kalimat itu dapat terjamin. Kalimat efektif menggunakan kalimat yang singkat, padat, jelas, lengkap dan menyampaikan informasi secara tepat. Kalimat dikatakan singkat karena hanya menggunakan unsur yang diperlukan saja. Sedangkan makna padat mengandung sarat dengan informasi yang terkandung di dalamnya. Sifat jelas ditandai kejelasan struktur kalimat dan makna yang terkandung di dalamya. Sifat lengkap mengandung makna kelengkapan struktur kalimat secara gramatikal, dan kelengkapan konsepatau gagasan yang terkandung di dalam kalimat tersebut.

2.2    Syarat-Syarat Kalimat Efektif
Telah disinggung diatas bahwasanya kalimat dikatakan efektif bila memenuhi kriteria (syarat-syarat) yaitu:
________________________________________
1   Soedjito, Kalimat Efektif, PT Remaja Rosdakarya, Malang, page: 89
·         Secara tepat dapat mewakili gagasan atau perasaan pembicara atau penulis.
·         Sanggup menimbulkan gagasan yang sama tepatnya dalam pikiran pendengar atau pembaca seperti yang dipikirkan oleh pembicara atau penulis.

2.3     Ciri-Ciri Kalimat Efektif
Ciri-ciri kalimat efektif menurut Arifin meliputi : kesepadanan struktur, kepararelan bentuk, ketegasan makna, kehematan kata, kecermatan penalaran, kepaduan gagasan dan kelogoisan bahasa2. Sedangkan menurut pendapat wijono ciri-ciri kalimat efektif dapat terperinci sebagai berikut.
a.    Keutuhan, kesatun, kelogisan atau kesepadanan makna dan strukur.
b.    Kesejajaran bentuk kata dan atau struktur kalimat secara gramatikal.
c.    Kefokusan fikiran sehingga mudah dipahami.
d.   Kehematan penggunaan unsur kalimat.
e.    Kecermatn dan kesatuan.
f.     Kevariasu kata dan struktur sehingga menghasilkan kesegaran bahasa.
Namun secara garis besar ciri-ciri kalimat efektif dapat dikelompokkan sebagai berikut.
2.3.1  Keutuhan
Kesatuan kalimat ditandai dengan kesepadanan struktur dan makna kalimat.
Contoh : - Rumput makan kambing dilapangan.             (tidak efektif)
                        - Kambing makan rumput dilapangan.                  (efektif)
2.3.2  Kesejajaran
Kesejajaran ialah penggunaan bentuk gramatikal yang sama untuk unsur-unsur kalimat yang sama fungsinya. Jika sebuah fikiran dinyatakan dengan frase, maka fikiran-fikiran sejajar yang lain harus dinyatakan pula denga frase. Jika suatu gagasan dinyatakan dengan kata kerja bentuk me-, di-, dan sebagainya, maka gagasan lain yang sejajar harus
__________________________________________
2  Arifin Zaenal, Tasai S. Amran, Cermat Berbahasa Indonesia, Akademika Prassendo, Jakarta, page: 90
dinyatakan pula dengan kata kerja bentuk me-, di-, dan sebagainya.
Contoh : - Pak Hendra menegur anaknya karena diketahui anaknya mencuri. (kurang efektif)
               -  Pak Hendra menegur anaknya karena mengetahui anaknya mencuri. (efektif)
           2.3.3  Kefokusan
Kefokusan disini bertujuan agar kalimat tersebut mudah dipahami maksudnya. Untuk menjaga kesatuan gagasan hendaknya dicamkan asas “tiap kalimat harus mengandung satu ide pokok”, agar setiap kalimat mudah untuk ditangkap dalam berkomunikasi.
Contoh : - Dari peristiwa itu perlu mendapat perhatian dari berbagai pihak agar tidak terulang
                lagi. (tidak efektif)
          -Berbagai pihak perlu memperhatikan peristiwa itu agar tidak terulang lagi. (efektif)

         2.3.4  Kehematan
Kehematan dalam kalimat efektif maksudnya adalah hemat dalam penggunaan kata, frase, atau bentuk lain yang dianggap tidak perlu, tetapi tidak menyalahi kaidah tata bahasa. Hal ini dikarenakan, penggunaan kata yang berlebih akan mengaburkan maksud kalimat. Untuk menjamin kehematan kalimat, setiap unsur kalimat harus berfungsi dengan baik dan menghindari kalimat yang mubazir.
Hal yang perlu dihindari dari penggunaan kata :
·         Subjek ganda, contoh : - Baju itu saya sudah cuci. ( tidak efektif)
                                            - Saya sudah mencuci baju itu. (efektif)
·         Penjamakan kata yang sudah berbentuk jamak.
Contoh : Faktor, data, fakta, unsur, dan lain sebagainya.
·         Penggunaan bentuk singkat.
Contoh : - Di jalan Merpati ditemukan sebuah peti yang berisikan uang dan sebuah koper
            yang terbuat dari kulit. (tidak efektif)
         - Di jalan Merpati ditemukan sebuah peti uang dan sebuah koper kulit. (efektif)
·         Menggunakan bentuk kata aktif dan bertenaga.
Contoh : - Ia berdiri lalu pergi. ( kurang efektif)
         - Ia bangkit lalu pergi. (efektif)

            2.3.5  Kecermatan dan Kesantunan
Kecermatan dan kesantunan terkait dengan ketepatan memilih kata sehingga menghasilkan komunikasi baik, tepat, tanpa gangguan emosional pembaca atau penulis.
·         Kercermatan
Kecermatan kata dalam kalimat ditentukan ketepatan pilihan kata dengan daya ekspresinya yang pasti.
Contoh : - Binatang adalah fauna yang tidak berakal. (tidak efektif)
               - Binatang ialah fauna yang tidak berakal. (efektif)
·         Kesantunan kata berarti kalimat tesebut mengandung gagasan yang di ekpresikan dengan baik, harmonis, dan keakraban.
Comtoh : - Sehubungan telah disetujui pembagian dana APBD kota Yogyakarta, alokasi
                  dana pendidikan naik 5%. (tidak efektif)
               -  Telah disetujui pembagian dana APBD kota Yogyakarta, alokasi dana   
                  pendidikan naik 5%. (efektif)

    2.3.6  Kevariasian

Dalam menulis sebuah tulisan, kevariasian sangatlah penting, yang bertujuan agar pembaca tidak merasa bosan dan jenuh saat membaca tulisan sang penulis.Sedangkan yang dimaksud dengan variasi kalimat disini ialah variasi kalimat-kalimat yang membangun kalimat dalam paragraf, yang dilakukan dengan variasi struktur, diksi, dan gaya asalkan tidak menimbulkan perubahan makna.

·         Kalimat berimbang
Contoh : - Kedua orang tuanya berjualan di pasar dan dan kedua anak mereka bermain
                 di    rumah.
·         Kalimat melepas yaitu mengubah fungsi klausa kedua dari klausa koordinatif dengan klausa utama menjadi klausa sematan.
Contoh : - Kedua orang tuanya berjualan di pasar ketika kedua anak mereka bermain
                 di rumah.
·         Kalimat berklimaks
Contoh : - ketika kedua anak itu bermain di rumah, Kedua orang tua mereka berjualan
                 di pasar.
2.3.7  Ketepatan Diksi
Pada dasarnya pilihan kata selalu diarahkan kepada kata-kata yang tepat, seksama, dan lazim. Ketiga-tiganya menjadi pedoman dalam memilih kata. Ketetapan diksi harus mengungkapkan pikiran secara tepat, dan dapat membedakan kata-kata yang hampir bersinonim, kata yang berlawanan makna serta kesesuaian makna. Sehingga terhindar dari penggunaan kata yang ambigu.
Contoh : - Mahasiswa perguruan tinggi yang terkenal itu mendapatkan hadiah. (tidak efektif)
               - Mahasiswa yang kuliyah di perguruan tinggi yang terkenal itu mendapatkan
                 hadiah. (efektif)
2.3.8  Ketepatan Ejaan
Kecermatan penggunaan ejaan sangat menentukan kualitas dalam penyajian data. Dimana ada tuntutan untuk menerapkan kaidah sesuai dengan EYD, agar informasi yang didapat itu baik dan benar dan sesuai dengan apa yang di maksudkan oleh pembicara atau penulis. Contoh : coba bandingkan kalimat-kalimat berikut.
Ayah saya belum makan.
Ayah, saya belum makan.
Ayah saya, belum makan.
Ayah, saya, belum makan.

 Tentunya dari contoh di atas meskipun kata-katanya sama namun satu dengan yang lain berbeda arti. Disitulah kita dituntut untuk cermat dalam pengunaan ejaan (Ejaan yang Disempurnakan)



















BAB III
PENUTUP
kalimat efektif adaah kalimat yang berisikan gagasan, ide, pesan, pengertian atau informasi pembicara atau penulis yang dapat dipahami oleh pendengar atau pembaca, hemat dalam pemakaian atau pemilihan kata-kata (jelas), dan sesuai dengan kaidah bahasa yang berlaku (tepat).
Adapun syarat-syarat kalimat efektif yaitu.
·         Secara tepat dapat mewakili gagasan atau perasaan pembicara atau penulis.
·         Sanggup menimbulkan gagasan yang sama tepatnya dalam pikiran pendengar atau pembaca seperti yang dipikirkan oleh pembicara atau penulis.
Dan ciri-ciri kalimat efektif.
1.      Keutuhan.
2.      Kesejajaran.
3.      Kefokusan.
4.      Kehematan.
5.      Kecermatan dan Kesantunan.
6.      Kevariasian.
7.      Ketepatan Diksi.
8.      Ketepatan Ejaan.
3.2 Saran-saran
·         Dalam setiap kegiatan hendaknya kita memperhatikan penggunaan kalimat, agar kalimat tersebut menjadi efektif (sesuai dengan apa yang kita kehendaki).
·         Dalam berkomunikai hendaknya kita menghindari penggunaan kalimat yang tidak efektif.






·         Widyamarta, Ahmad. 1991. Seni menggayakan Kalimat. Yogyakarta: Kanisius
·         http://www.google.com/kalimat_efektif/ akses 20 Oktober 2011
·         Herniti, Eneng dkk. 2005. Bahasa Indonesia. Yogyakarta: Pokja Akademik UIN Sunan Kalijaga
·         Soedjito, 1986. Kalimat Efektif. Malang: PT Remaja Rosdakarya
·         Arifin Zaenal, Tasai S. Amran. 1985. Cermat Berbahasa Indonesia. Jakarta: Akademika Prassendo












Tidak ada komentar:

Poskan Komentar